Rabu, 01 Mei 2013

Manajemen Operasi



TUGAS
MANAJEMEN OPERASI I

TENTANG
PEMILIHAN LOKASI


 












DISUSUN OLEH :

MOCHAMMAD ABU ALIM
12010025

RISMINI
12010067

JATMITO
12010021

















KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat dan karunianya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat atas tugas dari Dosen Manajemen Operasi I yang mengharuskan kami untuk membuat sebuah makalah yang berisikan tentang pemilihan lokasi. Didalam makalah ini banyak sekali manfaat yang bisa diambil bagi pembaca, selain dapat memberi wawasan yang lebih tentang dunia usaha, kami juga berharap pembaca dapat mengerti tentang persiapan yang harus disiapkan dalam memulai dan menentukan lokasi.
Pada kesempatan ini,kami ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga Kami yang senantiasa selalu mendoakan kami, kepada Dosen Manajemen Operasi I  yang telah mempercayakan tugas makalah tentang cara pemilihan lokasi kepada kami. Ucapan terima kasih juga kami tujukan kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Kami selalu merasa makalah ini belum cukup atau masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.


Penulis

















DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Makalah
B. Rumusan Masalah
C. Maksud Dan Tujuan
        D. Manfaat Makalah
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Dan Definisi Pabrik/Industri
B. Dasar-Dasar Perancangan Pabrik
C. Teori Pemilihan Lokasi  Menurut Beberapa Ahli
D. Tujuan Dan Prinsip Yang Mendasari Tata Letak
E. Prinsip Dasar Dalam Perencanaan Tata Letak
F. Langkah-Langkah Perencanaan Tata Letak
G. Faktor-Faktor Dalam Pemilihan  Lokasi
H. Dasar-Dasar Perencanaan Dalam Penentuan Lokasi
I. Tahap-Tahap Pemilihan Serta Metode Penilaian suatu Lokasi
BAB III PENUTUP
       A. Kesimpulan
       B. Saran
DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Makalah
Makalah ini dilatarbelakangi tugas dari Dosen, selain itu menjadi ajang mengasah kemampuan kami dalam membuat makalah. Makalah ini berisikan tentang tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam penentuan sebuah lokasi . Makalah ini juga membuktikan bahwa kami menyukai dunia usaha dan kami membuat makalah ini karena rasa ingin tahu kami terhadap dunia usaha. Tidak ada sebuah teori tunggal yang bisa menetapkan di mana lokasi suatu kegiatan usaha atau industri itu sebaiknya dipilih. Untuk menetapkan lokasi suatu industri diperlukan gabungan dari berbagai pengetahuan dan disiplin ilmu.
Berbagai kriteria yang ikut dipertimbangkan dalam menentukan lokasi antara lain ketersediaan lahan, bahan baku, energi, aksesbilitas, transportasi, upah buruh, jaminan keamanan, daya serap pasar lokal, stabilitas politik, dan sarana penunjang lainnya. Beberapa teori lokasi secara umum memakai pendekatan meminimisasi biaya, memaksimalkan laba, pendekatan pasar, daya tarik atau gravitasi. Berdasarkan beberapa teori lokasi tersebut maka kebijakan terkait dengan keputusan pemilihan lokasi suatu kegiatan usaha diperlukan gabungan dari berbagai ilmu pengetahuan dan disiplin ilmu serta dilakukan kajian terlebih dahulu secara komprehensif, karena keputusan pemilihan suatu lokasi dipengaruhi oleh multi kreteria dan multifactor.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami akan membahas beberapa masalah :
1. Bagaimana menentukan parameter inputan yang tepat dalam Pemilihan Lokasi untuk kegiatan usaha serta menampilkan alternatif rekomendasi lokasi yang optimal
2. Bagaimana mengembangkan model pemilihan lokasi untuk kegiatan usaha sehingga lokasi yang dipilih optimal dan secara ekonomi menguntungkan..
3. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi dalam Pemilihan lokasi.

C. Maksud dan Tujuan
Melakukan pengembangan model optimasi pemilihan lokasi berdasarkan metode tertentu dan diharapkan metode ini dapat membantu para investor dalam membuat keputusan yang lebih efesien terkait dengan kebijakan pemilihan lokasi untuk kegiatan sebuah usaha sehingga diperoleh lokasi yang secara ekonomi menguntungkan investasi
Memberikan gambaran kepada pembaca tentang dunia usaha dan tahap-tahap dalam menentukan sebuah lokasi pabrik, supaya bagi pembaca yang ingin membuat usaha baru dan dalam menentukan lokasinya tidak salah dalam mengambil tindakan. Makalah ini juga bertujuan memberi wawasan dan pengetahuan yang lebih tentang tahap-tahap menentukan lokasi pabrik baru yang ingin dijalanakan.
Aplikasi model Pemilihan Lokasidapat bermanfaat dalam pengambilan keputusan penentuan lokasi sehingga secara ekonomi menguntungkan investasi dan layak diimplementasikan
D. Manfaat Makalah
Penelitian konsep pemilihan lokasi diharapkan :
Konsep pemilihan lokasi diharapkan dapat memberikan manfaat dan kemudahan kepada para investor dan manajer dalam membuat keputusan terkait dengan kebijakan pemilihan lokasi untuk kegiatan suatu usaha. Mencegah terjadinya berbagai masalah terkait dengan pemilihan lokasi sehingga kegagalan investasi yang disebabkan karena permasalah lokasi dapat dihindari. Membantu mengetahui potensi dan kelemahan suatu lokasi untuk kegiatan usaha untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu usaha.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Dan Definisi Pabrik/Industri
Pabrik adalah setiap tempat dimana factor-faktor manusia, mesin dan peralatan, material, energi, modal, informasi sumber daya alam dan lain lain dikelola secara bersama dalam suatu sistem produksi guna menghasilkan suatu produk secara efektif, efisien dan aman.
Klasifikasi industri berdasarkan aktifitas yang dilaksanakan :
1. Industri Penghasil Bahan Baku / The Primary Raw Material Industries
Aktifitas produksinya mengolah sumber daya alam guna menghasilkan bahan bakuatau
bahan tambahan lainnya yang dibutuhkan oleh industri lain
Contoh : Industri Perminyakan.
2. Industri Manufaktur / The Manufacturing Industries
Aktifitas produksinya memproses bahan baku guna dijadikan suatu produk tertentu
Contoh : Industri Mobil
3. Industri Penyalur / Distribution Industries
Aktifitasnya melaksanakan pelayanan jasa industry untuk didistribusikan kekonsumen
lain
Contoh: Distributor Obat-Obatan
4. Industri Pelayanan (Jasa) / Service Industries
Aktifitasnya dibidang pelayanan / jasa baik langsung ke konsumen maupununtuk
mendukung industri
Contoh: Bank Klasifikasi industri berdasarkan output / keluaran yang dihasilkan.
5. Producer Goods Industries
Industri yang outputnya akan digunakan untuk proses produksi di industri yang lain
Contoh: Industri Baja
6. Consumer Goods Industries
Industri yang output nya bisa langsung digunakan oleh konsumen (perorangan)
Contoh: Industri Minuman
B. Langkah / Prosedur Perancangan Pabrik
Tujuan dari suatu industry (organisasi usaha) adalah memuaskan kebutuhan dari konsumennya.
Cara yang ditempuh untuk tersebut adalah :
1. Riset Pasar dan Peramalan Penjualan (Market Research and Market Demand) :
Untuk mengetahui dan mengidentifikasi produk yang dikehendaki oleh pelanggan dan
sekaligus dilakukan peramalan jumlah yang dibutuhkan.
2. Kebijakan Manajemen (Management Policies) :
Untuk memformulasikan permasalahan yang dihadapi dan mengembangkan kebijakan
yangharus ditempuh oleh organisasi industri.
3. Perancangan Produk (Product Design) :
Menggambarkan macam produk yang harusdibuat serta spesifikasi.
4. Perancangan Proses dan Kegiatan Produksi / Operasional
(Process Design dan Production Activities) :
Penetapan cara/prosedur untuk memproduksi produk sesuai dengan yang telahditentukan.
5. Perancangan Lokasi dan Tata Letak Fasilitas Pabrik (Plant Location & Lay Out) :
Mengatur aktifitas dan fasilitas yang ada guna mendapatkan proses produksi yang paling
efisien dan efektif.
6. Analisis Perhitungan Biaya (Cost Accounting Analisys) :
Menganlisa biaya produksi secara keseluruhan untuk menentukan modal yang diperlukan
agar proyek dapat terealisasi.
7. Pengadaan Dana Finansial (Financial Funding) :
Mengalokasikan dana untuk menunjang kegiatan produksi.
8. Realisasi Proyek (Project Realization) :
Perealisasian pengadaan-pengadaan segala kebutuhan yang diperlukan dalam mendukung
aktifitas produksi.
C. Teori Pemilihan Lokasi Menurut Beberapa Ahli
1. Teori Kimball
a. Dekat dengan bahan mentah
b. Dekat dengan pasar
c. Terdapat penyediaan air yang lancar
d. Tenaga kerja mudah
e. iklim yang baik
f. Investasi
2. Teori Splenger dan Kleir
a. Factor primer: bahan mentah, pasar, transport, buruh, tenaga/power
b. Factor sekunder: fasilitas air, iklim, pajak perkreditan (invesasi)
3. Teori Alfred Weber
Yaitu mendasarkan teorinya bahwa pemilihan lokasi industri didasarkan atas prinsip minimisasi biaya. Weber menyatakan lokasi setiap industri tergantung pada total biaya transportasi dan tenaga kerja dimana penjumlahan keduanya harus minimum Tempat dimana total biaya transportasi dan tenaga kerja yang minimum adalah identik dengan tingkat keuntungan yang maksimum.
a. Pembebasan tanah
b. Konstruksi pabrik
c. Upah buruh
d. Angkutan
e. Penyusutan/depresiasi
Dasar pemilihan lokasi pabrik menurut Webber:
a. Market Oriented yaitu Industri ditempatkan dekat dengan pasar
b. Raw Material Oriented yaitu Industri ditempatkan dekat dengan bahan bakunya
c. Junction Oriented yaitu Industri ditempatkan dekat persimpangan antara pasar dan bahan
mentahnya
d. Other Oriented yaitu Industri ditempatkan dekat dengan pelabuhan, jalan raya, ongkos
buruh.
D. Tujuan Dan Prinsip Yang Mendasari Pemilihan lokasi
1. Tujuan Perencanaan Dan Pengaturan Pemilihan lokasi
Pemilihan lokasi / tata letak fasilitas  adalah tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Fasilitas pabrik dalam hal ini adalah mesin / peralatan dan departemen yang ada di dalam pabrik. Dari segi biaya, tujuan dalam Pemilihan lokasi adalah untuk meminimalkan total biaya yang menyangkut elemen-elemen :
a. Biaya konstruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin maupun fasilitas produksilainnya.
b. Biaya pemindahan bahan, biaya produksi, maintenance, safety dan produk setengah jadi tujuan utama dari Pemilihan lokasi adalah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk produksi aman dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance karyawan.
2. Tata letak yang baik akan dapat memberikan keuntungan dalam sistem produksi:
a. Menaikkan Output Produksi :
Tata letak yang baik akan memberikan produktifitas yangtinggi (output lebih besar dengan biaya sama atau lebih kecil)
b. Mengurangi Waktu Tunggu :
Pengaturan tata letak yang terkoordinir dan terencanadengan baik akan dapat mengurangi waktu tunggu yang berlebihan.
c. Mengurangi Proses Pemindahan Bahan :
Untuk merubah bahan baku menjadi produk jadi, sedikitnya satu dari tiga elemen dasar sistem produksi (bahan baku, orang,mesin) akan berpindah. Dan kebanyakan kasus adalah pemindahan bahan baku menjadi sorotan utama dalam rangka pengaturan tata letak dimana dengan pengaturanyang baik, maka pemborosan yang terjadi pada pemindahan bahan dapat dikungi secarasignifikan.
d. Penghematan penggunaan area untuk produksi, gudang dan service :
Perencana tata letak yang optimal akan dapat mengatasi pemborosan pemakaian ruangan secara berlebihan
e. Pendayagunaan yang lebih besar dari pemakaian mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi lainnya :
 tata letak yang terencana dengan baik akan banyak membantu dalam pendayagunaan elemen-elemen produksi secara lebih efektif dan efisien.
f. Mengurangi Inventory In Process :
Dengan perencanaan tata letak yang baik, sehinggawaktu tunggu antar proses bias berjalan dengan baik, maka penumpukan barangsetengan jadi dapat dikurangi dan sesegera mungkin diselesaikan diproses berikutnya.
g. Proses Manufakturing yang Lebih Singkat :
Dengan memperpendek jarak antara operasi satu dengan operasi berikutnya, maka proses produksi dapat dipersingkat untuk menghasilkan produk jadi.
h. Mengurangi Resiko Bagi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari Karyawan :
Perencanaan Pemilihan lokasi juga ditujukan untuk membuat suasana kerja yang nyaman dan aman bagi karyawan yang bekerja di dalamnya sehingga hal yang bisa dianggap membahayakan dan ketidaknyamanan harus dihindari.
i. Memperbaiki Moral dan Kepuasan Kerja :
Segala sesuatu yang diatur dengan baik akanmencipatkan suasana yang menyenangkan sehingga moral dan kepuasan kerja dapatditingkatkan.
j. Mengurangi faktor yang bisa merugikan dan mempengaruhi kualitas dari bahan bakuataupun produk jadi :
Tata letak yang baik akan dapat mengurangi kerusakan yang bisaterjadi pada bahan baku atau produk jadi.
E. Prinsip Dasar Dalam Perencanaan Pemilihan lokasi
Berdasarkan tujuan, keuntungan dan aspek dasar dalam Pemilihan lokasi yang terencana dengan baik, dapat disimpulkan 6 prinsip dasar sebagai berikut :
1. Prinsip Integrasi Secara Total :
Pemilihan lokasi merupakan integrasi secara total dariseluruh elemen produksi yang ada menjadi satu unit operasi yang lebih besar.
2. Prinsip Perpindahan Jarak Yang Paling Minimal :
Dalam proses pemindahan bahan darisatu operasi ke operasi berikutnya, waktu dapat dihemat dengan mengurangi jarak perpindahan tersebut.
3. Prinsip Aliran Dari Suatu Proses Kerja :
Aliran kerja yang baik adalah aliran konstandengan minimum interupsi, kesimpangsiuran dan kemacetan dalam proses produksi
4. Prinsip Pemanfaatan Ruangan :
 Pengaturan ruangan yang akan dipakai secara optimumdengan memanfaatkan tiga dimensi ruang (cubic space)
5. Prinsip Kepuasan Dan Keselamatan Kerja :
Tata letak yang baik akan dapat membuatsuasana kerja menjadi menyenangkan dan memuaskan sehingga dapat meningkatkanmoral karyawan.

6. Prinsip Integrasi Secara Total :
Pemilihan lokasi merupakan integrasi secara total dariseluruh elemen produksi yang ada menjadi satu unit operasi yang lebih besar
F. Langkah-Langkah Perencanaan Pemilihan lokasi
1. Pemilihan lokasi berhubungan sangat erat dengan segala proses perencanaan dan pengaturan letak dari pada mesin-mesin, peralatan, aliran bahan, dan orang-orang yang bekerjadi tiap-tiap stasiun kerja yang ada.Secara umum pengaturan daripada semua fasilitas produksi direncanakan sehingga diperoleh :
a. Meminimumkan gerakan balik yang tidak perlu
b. Transportasi yang minimum dari proses pemindahan bahan
c. Pemakaian area yang minimum
d. Pola aliran produksi yang terbaik
e. Keseimbangan penggunaan luas area yang dimiliki
f. Keseimbangan dalam lintasan area perakitan
g. Kemungkinan dan fleksibilitas untuk menghadapi ekspansi di masa mendatang

G. Faktor-Faktor Dalam Pemilihan lokasi
1. Faktor Primer
Yang dikatakan faktor-faktor utama adalah factor-faktor yang langsung mempengaruhi tujuan utama perusahaan. Faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Letak dari pasar
Alasan utama perusahaan mendirikan pabriknya dekat dengan daerah pasaran hasil produksinya agar supaya dapat cepat melayani konsumen atau barang hasilnya dapatcepat sampai di pasar. Jadi apabila letak perusahaan dekat dengan daerah pasar hasil produksinya maka pelayanan kepada konsumen akan menjadi lebih cepat. Disamping itu biaya pengangkutan produk ke pasar akan menjadi lebih rendah,sehingga harga dapat ditekan lebih rendah dengan pengharapan jumlah produk yang terjual lebih banyak dan akhirnya dapat diperoleh hasil penjualan yang lebih besar.
Misalnya pabrik-pabrik minuman seharusnya diletakkan dekat dengan pasar hasilminum tersebut. Juga untuk barang-barang hasil/produk yang mudah/cepat rusak umumnya diletakkan dekat dengan pasar dari produk tersebut, agar perusahaan tidak menjadi rugi karena banyaknya barang hasil/produk yang rusak sehingga tidak dapatterjual.
b. Letak dari sumber-sumber bahan mentah
Perusahaan berkepentinagan untuk selalu dapat memperoleh jumlah bahan yangdibutuhkan dengan mudah, layak harganya, kontiniu, dan biaya pengangkutan yangrendah serta tidak rusak sehingga apabila diproses/diolah nantinya menjadi barang jadi, biaya produksinya dapat ditekan dan kualitas barang yang dihasilkan adalah baik. Misalnya pabrik kertas yang bahan mentahnya adalah kayu biasanyadiletakkan di dekat sumber bahannya, karena akan lebih murah dan lebih mudahuntuk mengangkut kertas sebagai hasilnya daripada mengangkut kayu sebagai bahan mentahnya. Juga untuk barang-barang hasil yang dalam proses pengolahannya terdapat pengurangan berat, dan bahannya banyak yang terbuang dalam proses sebagai afval. Dari keterangan di atas dapatlah dipahami bahwa adany perusahaan / pabrik yang berkecenderungan untuk meletakkan pabriknya di daerah yang dekat dengan sumber bahan mentahnya, didasarkan atas dasar pertimbangan biaya pengangkutan ke pabrik adalah besar/mahal karena volume dan berat serta jarak, apabila jarak pabrik agak jauh. Disamping itu, juga ada faktor lain yaitu karena dalam proses produksinya terjadi proses pengurangan berat (weight loosing) sehingga barang jadinya mengandung volume dan berat yang lebih kecil
c. Fasilitas pengangkutan
Pengangkutan (transportation) merupakan suatu faktor yang penting diperhatikan, karena kegiatan pengangkutan meliputi mengangkut dan memindahkan sampai pada tempat tujuan kadang-kadang memakan waktu dan biaya yang sangat besar. Untuk melaksanakan kegiatan pengangkutan ada empat jenis fasilitas pengangkutan yang sering digunakan, yaitu:
Ø Kereta api
Ø Truck/angkutan jalan raya
Ø Pengangkutan melalui air
Ø Pengangkutan melalui udara
d. Supply dari buruh atau tenaga kerja yang tersedia
Faktor buruh atau tenaga kerja merupakan faktor yang penting bagi suatu perusahaan, karena berhasil tidaknya pencapaian tujuan perusahaan juga dipengaruhioleh faktor buruh atau tenaga kerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja dan penekanan biaya produksi adalah tenaga kerja. Oleh karena itu pimpinan perusahaan hendaknya berusaha mencari tempat untuk lokasi bagi perusahaan didaerah yang tersedia cukup banyak tenaga kerja dan kualitas serta skillnya tinggi.Jadi pemilihan suatu daerah untuk tempat lokasi suatu perusahaan/pabrik ditentukan oleh :
1. Adanya skill buruh yang diperlukan/dibutuhkan.
2. Terdapatnya kuantitas yang cukup dari buruh yang diperlukan.
3. Besar kecilnya atau tinggi rendahnya tingkat upah di daerah tersebut.
e. Tersedianya pembangkit tenaga listrik
Pabrik yang membutuhkan tenaga listrik yang besar akan memilih lokasinya di daerah yang mempunyai atau dekat sumber tenaga listrik, karena di daerah ini biaya tenaga listrik tidak begitu besar. Apabila terdapat tenaga listrik yang murah, maka daerah itu akan menjadi lebih menarik bagi pabrik-pabrik yang baru. Jika pabrik memilih lokasinya di daerah di mana terdapat tenaga listrik maka pabrik tidak perlu mendirikan pembangkit tenaga listrik sendiri. Bila tidak, maka pabrik harus mendirikan pembangkit tenaga listrik sendiri, di mana dibutuhkan investasi yang besar. Dan perlu kita ketahui bahwa lebih murah untuk menyewa listrik / power daripada mengadakannya sendiri dengan mendirikan pembangkit tenaga listrik.

H. Dasar-Dasar Perencanaan Dalam Pemilihan Lokasi
Ada dua langkah utama yang seharusnya diambil dalam proses penentuan lokasi suatu pabrik, yaitu pemilihan daerah atau territorial secara umum dan pemilihan berdasarkan size dari jumlah penduduk serta lahan secara khusus. Pemilihan teritorial secara umum adalah untuk mendapatkan informasi secara umum adalah untuk mendapatkaninformasi secara umum dan setelah itu baru kemudian ditentukan community dan lahan yang dikehendaki secara khusus yang mana untuk ini alternative pemilihannya dapat diklasifikasikan ke dalam daerah di kota besar, di pinggir kota, atau jauh diluar kota. Disini macam proses manufakturing ikut pula menentukan pemilihan ukuran dari pabrik yang akan didirikan. Contoh lokasi di daerah terpencil yang jauh dari keramaian kota akan sangat dikehendaki untuk pabrik yang akan memproduksi bahan peledak. Selanjutnya, beberapa kondisi umum seperti tersebut dibawah ini akan ikut pula mengambil peranan di dalam proses Pemilihan lokasi, yaitu:
1. Diperlukan tenaga kerja terampil dalam jumlah yang besar.
2. Proses produksi sangat tergantung pada fasilitas–fasilitas yang umumnya hanya terdapat di kota besar saja seperti listrik, gas dan lain – lain.
3. Kontak dengan suppliers dekat dan cepat.
4. Sarana transportasi dan komunikasi mudah didapatkan.
5. Semi-skilled atau female labor mudah diperoleh.
6. Menghindari pajak yang berat seperti halnya kalau lokasi terletak di kota besar.
7. Tenaga kerja dapat tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik.
8. Rencana ekspansi pabrik akan mudah dibuat.
9. Populasi tidak begitu besar sehingga masalah lingkungan tidak banyak timbul
10. Lahan yang luas sangat diperlukan baik untuk keadaan sekarang maupunrencana ekspansi yang akan datang.
11. Pajak terendah bisa diperoleh.
12. Tenaga kerja tidak terampil dalam jumlah besar lebih dikehendaki.
13. Upah buruh lebih rendah mudah didapatkan.
14. Baik untuk proses manufacturing produk – produk berbahaya.
15. Untuk menentukan luas tanah yang dibutuhkan dalam pendirian suatu pabrik, makahal ini dapat dicari dengan menggunakan perumusan umum, yaitu sekurang–kurangnya lima ratus kali luas area yang betul–betul dipakai untuk penempatan segala fasilitas produksi yang dibutuhkan. Hal ini dimaksudkan untuk member tempat yang cukup lapang buat keperluan membongkar / memuat barang, fasilitas parkir, area untuk gudang dan lain–lain

I. Tahap-Tahap Pemilihan Serta Metode Penilaian suatu Lokasi
1. Tahap pertama
Melihat kemungkinan daerah-daerah alternatif. Yang perlu diperhatikan : jenis proses, jenis produk, sumber bahan mentah, dan tempat pemasaran.
2. Tahap kedua
Melihat pengalaman orang lain atau pengalaman sendiri. Menentukan kekhususan pabrik tersebut, seperti mengenai lokasi, pengangkutan dan lain-lain.
3. Tahap ketiga
Mempertimbangkan dan menilai masyarakat untuk daerah lokasi pabrik yangdianggap paling menguntungkan.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalah ini, antara lain :
1. Pemilihan Lokasiyang baik dapat berakibat pada lancarnya proses produksi pabrik
tersebut.
2. Lokasi yang baik dapat menunjang efisiensi dan efektivitas suatu pabrik.
3. Banyak sekali variable yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi suatu pabrik
dengan tujuan mendapat keuntungan ekonomis sesuai dengan tujuan organisasi perusahaan.
4. Faktor-faktor Pemilihan Lokasiterbagi dua, yaitu:
Faktor utama :
a. Lingkungan masyarakat
b. Kedekatan dengan pasar
c. Tenaga kerja
d. Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok
f. Fasilitas dan biaya transportasi
g. Sumberdaya alam lainnya
Faktor sekunder
a.Harga tanah
b.Dominasi masyarakat
c.Peraturan tenaga kerja
d.Rencana tata ruang
e.Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing
f.Tingkat pajak
g.Cuaca/iklim
i.Keamanan
j.Peraturan lingkungan hidup

B. Saran
Dalam menentukan lokasi yang tepat untuk mendirikan sebuah pabrik hendaknya memperhatikan aspek-aspek pendukung yang ada agar proses-proses produksi dapat berjalan lancer dan keuntungan ekonomis dapat tercapai sesuai tujuan

DAFTAR PUSTAKA :
Anonim, http://id.wikipedia.org/w/index ,dikunjungi 20 agustus 2010.
Mardiatmo. Drs, 2006. Kewirausahaan untuk kelas xii smk. Jakarta: yudhistira.
Hendro, 2006. Kewirausahaan untuk kelas smk dan mak kelas xii. Jakarta: erlangga.
Anonim, http://id.wikipedia.org/wiki/administrasi,dikunjungi 24 agustus 2010.
Anonim, http://html-pdf-convert.com/cari/modul-kewirausahaan-smk-kelas-xii.html, dikunjungi 24 agustus 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar